THE INFORMATION AUDIT: METHODOLOGY SELECTION
1. Motivasi Penelitian,
Motivasi dalam penelitian ini yaitu mempertimbangkan kelengkapan, kemampuan dan kegunaan empat informasi audit yang biasa disebut metodologi dengan membandingkan dan mereview beberapa penelitian yang menilai metodologi terbatas yang digunakan dalam beberapa penelitian.
2. Masalah Penelitian
Masalah yang coba diangkat dalam penelitian ini adalah:
Apakah empat informasi audit sudah mempertimbangkan kelengkapan, kemampuan, dan kegunaan yang biasa disebut metodologi informasi audit?
3. Tujuan dan kontribusi,
Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun ulang yang biasa disebut metodologi untuk membantu auditor dengan memilih metodologi atau pengembangan, dan untuk mempertimbangkan yang berhubungan dengan kemampuan mereka.
Kontribusi penelitian yaitu, dimana dalam peneliitan menyediakan review komprehensif atas audit informasi yang mempertimbangkan pendekatan metodologi.
4. Hipotesis
Penelitian ini tidak menggunakan hipotesis, karena penelitian ini dillakukan dengan studi pustaka yang didasarkan pada studi kasus penelitian-penelelitian lain..
5. Metoda penelitian
Dalam penelitian ini peneliti mengadakan perbandingan komparatif mengenai empat metoda informasi akuntansi yang didasarkan pada tulisan yang biasa menyebutkan metodologi yaitu Burk dan Horton (1988), Orna (199, 1999), Buchanan dan Gibb (1998), dan Henczel (2001).
6. Desain/konstruk
Untuk melakukan perbandingan komparatif mengenai empat metode Informasi Audit maka ada tiga ukuran yang diidentifikasi dan digunakan yaitu:
· Kelengkapan: konseptual, logical, dan structural yang melengkapi setiap pendekatan metodologi.
· Dapat digunakan: dapat digunakan dan mencakup setiap pendekatan, dan dapat menyesuaikan pendekatan pada syarat organisasi sendiri.
· Dapat dimanfaatkan: dirasa mudah dengan metode yang dapat mengangkat dan digunakan.
7. Sampel
Penelitian ini menggunakan 4 penelitian yang sudah ada untuk membadingkan informasi audit keempat penelitian tersebut adalah penelitian dari Burk dan Horton (1988), Orna (199, 1999), Buchanan dan Gibb (1998), dan Henczel (2001).
8. Uji validitas
Validitas dalam penelitian ini cukup baik karena penelitian ini didasarkan pada penelitian-penelitian terdahulu
9. Hasil
Dari penelitian yang dilakukan diporelah hasil bahwaPerbandingan review metodologi komprehensif menggambarkan bahwa Burk dan Horton (1988) mengurangi tahap untuk awal setup, strategi dan review organisasi, dan kebijakan post-audit dan/atau pengembangan strategi. Buchanan dan Gibb (1998) mengurangi inisial tahap setup tetapi yang lain sama dengan Orna (1999) dan Henzcel (2001), yang menyediakan metodologi komprehensif secara relative. Secara khusus, Burk dan Horton sekarang mengangkat sebagian besar pendekatan diskonto bottom-up sementara Buchanan dan Gibb, Orna dan Hezcel mengangkat pendekatan top-down.
10. Kesimpulan
Dari critical review yang dilakukan dapat disimpulkan dari penelitian ini dapat dikatakan bahwa setiap empat metodologi IA yang dipilih untuk review ini masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan, dan dapat digunakan. Tidak ada kekurangan tujuan atau dapat digambarkan sebagai hal tidak berguna. Pemilihan metodologi secara tepat akan menjadi dasar atas dua factor utama: pertama, syarat organisasi dan hasil keputusan IA; dan kedua, skill dan pengalaman auditor, dan korensponden yang mendukung alat yang diperlukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar